merasa mempunyai utang jika tak berbagi pengalaman selama dua pekan berada di Malaysia ini, semoga saya dapat menginformasikan semuanya yang menarik, lucu, gila, dan tentu saja informasi untuk berbagi pengalaman.
mungkin jika harus dikriteriakan ada beberapa yang mungkin bisa dishare di setelah hidup sebentar di sini, diantaranya..
- PPZ adalah Perusahaan (perseroan terbatas) yang ditugaskan oleh Kerajaan untuk menghimpun dana zakat dari masyarakat di Wilayah Persekutuan (Kuala Lumpur, Putera Jaya dan Labuan). Sedangkan untuk pendistribusian kepada mustahik zakat, kerajaan memberikan mandat kepada Baitul Maal di Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP). dalam hal ini kerajan sangat besar pengaruhnya dalam menentukan kebijakan. Tak seperti di Indonesia yang lembaga Zakatnya menjamur di mana-mana. Belum bisa mengasumsikan mana yang lebih baik, karena kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda di masing-masing negara yang mempengaruhi perbedaan itu. but anyway, perlu perjuangan Ekstra untuk menampilkan kembali kekuatan zakat di Indonesia.
- Modernisasi serta gaya hidup masyarakat Kuala Lumpur yang masih pantas diacungi jempol hingga saat ini. transportasi yang rapih dan penataan fasilitas umum yang baik. ada sesuatu yang luar biasa yang saya temukan yang mungkin patut dicontoh di Indonesia yaitu "mengantri". Saya melihat di salah satu pemberhentian Bis di dekat Pasar Seni, orang-orang rela mengantri untuk naik bis, meski di sana tak ada pembatas ataupun petugas. Orang yang terakhir datang meskipun ia datang dari arah paling dekat dengan pintu masuk bis, namun ia rela berjalan lebih jauh ke belakang antrian. Untuk budaya antri di Indonesia, emm tak perlu diceritakan di blog ini sepertinya.
- kami bertemu dengan orang-orang Indonesia yang mencari nafkah di sini. bukan setahun dua tahun mereka berada disini tetapi sampai ada yang sudah berdomisili dan beranak pinak di sini. Meski puluhan tahun berada di Malaysia, beberapa dari mereka masih bangga dan mengakui kalau mereka adalah orang Indonesia. Darah yang mengalir dalam tubuhnya adalah sari pati tanah dari Indonesia. Namun kondisi kehidupan yang mengharuskan mereka untuk mencari hidup disini. pengalaman-pengalaman hidup mereka akan menjadi pelajaran bagi kami yang baru pertama kali singgah di negeri orang.
- Terakhir, hingga saat ini, meski hanya dua minggu di sini, kerinduan akan kampung halaman sangat besar. entah mengapa beberapa kemudahan yang ada tidak menggiurkan bagi kami untuk bercita-cita tinggal disini. Kami masih punya tugas untuk memperbaiki kondisi Negeri kami sendiri meski dimulai dari hal yang kecil.
semoga Allah memberikan peluang kepada kami untuk banyak belajar di beberapa negeri yang lain. Amin